PERJUANGAN DAN KASIH SAYANG ORANG TUA
Disuatu ketika ada
seorang anak yang tinggal bersama orang tuanya yang hidup sederhana. Di dalam
kehidupan mereka, mereka selalu terlihat bahagia dalam menjalani kehidupan ini.
Keluarga ini pun selalu bersama di setiap saat dan dalam keadaan apa pun yang
terjadi. Mereka tetap ceria dan selalu
tersenyum meski dalam keadaan apa pun yang menghampiri. Mereka mempunyai
seorang anak yang nantinya semoga dapat menjadi kebanggaan dan bisa membuat
kedua orang tua merasa bahagia karena diberi anugrah terindah yang di titipkan
Tuhan kepadanya saat ini. Mereka selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya
tercinta. Mereka juga mempunyai keinginan agar suatu saat nanti mereka dapat
mewujudkan mimpinya agar bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang yang
tinggi yaitu perguruan tinggi di sebuah universitas. Meskipin dari keluarga
yang sederhana mereka tetap mempunyai keinginan yang besar untuk anaknya di
masa depan.
Pada suatu ketika
di mana tibalah di saat si anak memasuki jenjang perguruan tinggi, si anak
tersebut tidak ingin melanjutkan sekolah lagi, tetapi ibu dan ayahnya
menyarankan agar si anak tersebut dapat melanjutkan ke jenjang perguruan ini. Setiap
saat ayah dan ibu salalu memberikan nasehat kepada si anak agar si anak mau
melanjutkan ke jenjang tersebut. Tetapi, si anak tersebut hanya bisa terdiam
karena dia berfikir jika dia akan melanjutkan ke jenjang tersebut apakah
mungkin ayah dan ibunya akan mampu untuk dapat membayar semua biaya dan
keperluannya nanti. Setelah sudah di fikirkan dengan matang dan dengan berkat
dorongan dari orang tua akhirnya si anak mau memenuhi apa yang di inginkan
orang tua.
Beberapa waktu
kemudian tibalah saatnya keberangkatan si anak pergi ke suatu universitas yang
ada di luar kota. Pada saat si anak hendak pergi tak lupa si anak tersebut
berpamitan dengan berat hati untuk berpisah dengan kedua orang tuanya yang
sangat menyayangi dia. Tetesan air mata pun membasahi pipi si anak, tetapi
meskipun merasa sangat sedih dan merasa berat hati untuk meniggalkan kedua
orang tuanya ini si anak mau tak mau harus tetap pergi untuk menimba ilmu untuk
masa depan yang lebih baik. Beberapa jam kemudian si anak pun berangkat dan
menaiki sebuah bis yang langsung menuju tempat tujuannya. Di dalam perjalanannya
ini, si anak merenung dan hanya terdiam saja karena masih memikirkan kedua
orang tuanya itu. Si anak berfikir bagaimana keadaan ibu dan ayahnya ketika dia
tidak ada di dekatnya dan menatap langsung.
Tak lama kemudian
berhentilah kendaraan yang ia tumpangi selama perjalanan. Ia bergegas dengan
semangat keluar dari bis tersebut dan melanjutkan perjalanan yang akan ia tuju
nantinya. Setelah menyusuri perjalanan yang ia lewati dan sampailah suatu
tempat yang nantinya bisa untuk tempat tinggal di kota tersebut. Tak lupa si
anak pun langsung memberi kabar kepada kedua orang tuanya bahwa ia sudah sampai
di tempat tujuannya dengan selamat dan dalam keadaan yang baik-baik saja. Kedua
orang tuanya ini pun merasa senang mendapat kabar tersebut.
Tibalah di mana
awal dari ia memasuki universitas baru dan memulai semuanya. Di dalam proses
ini ia tak lupa melaksanakan kewajibannya yaitu beribadah, tak lupa juga untuk
ia selalu berdo’a kepada Tuhan agar selalu di beri kesehatan dan selalu di beri
kemudahan dalam menjalani semua baik dalam proses belajarnya dan lain-lain. Ia
juga selalu berdo’a untuk kedua orang tuanya agar selalu di beri kesehatan dan
umur yang panjang agar suatu saat nanti mereka bisa melihat keberhasilan
anaknya yaitu menjadi seorang sarjana yang sudah menjadi impian kedua orang
tuanya itu. Orang tuanya pun selalu mengingatkan si anak agar selalu belajar
dengan baik dan tetap berusaha dalam melaksanakan sesuatu tanpa kata menyerah.
Orang tuanya selalu memberi dukungan kepada si anak agar dia tetap semangat
dalam segala hal apa pun.
Tiba-tiba pada
suatu hari ia mendapat kabar buruk dari keluarganya, bahwa ada yang memberi
tahu kalau ayahnya telah meninggal dunia di karenakan sakit. Pada saat ia
mendengar hal itu ia berkeinginan sekali untuk dapat pulang ke kampung halaman
untuk dapat melihat ayahnya untuk yang terakhir kalinya dalam hidupnya. Tetapi,
sang ibu tidak memperbolehkan dirinya untuk pulang karena ibu tak ingin kalau
anaknya ini meninggalkan kuliahnya di kota. Akhirnya si anak pun hanya bisa
bersedih tidak dapat melihat ayahnya untuk yang terakhir kalinya walaupun hanya
sebentar saja tetapi waktu singkat itu sangat penting sekali menurutnya. Setiap
harinya si anak hanya merenung dan selalu merenung saja karena selalu
memikirkan bagaimana keadaan ibunya yang kini hanya tinggal seorang diri saja
di rumah.
Kini si anak sudah menginjak
setengah perjalanan dan ia berfikir ia ingin berhenti melanjutkan pendidikannya
ini karena ia merasa kasihan kepada ibunya yang hanya seorang diri saja yang
membiayai dirinya sampai selesai nanti. Ia berkata kepada ibunya bahwa ia akan
berhenti saja dan tidak melanjutkannya tetapi sang ibu tidak mengizinkan apa
yang di inginkan anaknya ini. Sang anak merasa kasihan kepada ibu dan ia selalu
berfikir apakah ibunya ini mampu membiayainya sampai selesai nanti, di mana
pekerjaan sang ibu hanya sebagai penjual kue keliling setiap harinya. Terkadang
ia berfikir andai saja sang ayah masih hidup pasti ibu tidak akan sendirian
dalam mencari uang untuk biayanya ini, ya meskipun pekerjaan si ayah hanya
sebagai penjual sayur setiap paginya keliling perumahan di sekitar desa tetapi,
ayah selalu semangat dan tetap bersyukur dengan apa yang di jalaninya itu.
Meskipun kini hanya
ibu saja yang membiayai semua kebutuhan anaknya tetapi ibu tetap selalu
berusaha agar bisa melihat anaknya agar tetap selalu semangat dan tidak boleh
putus asa menjalaninya. Ibu selalu berpesan kapada anaknya untuk tidak
memikirkan berapa pun biaya yang harus di keluarkan sang ibu nanti. Ibu selalu
mengingatkan si anak agar tetap selalu belajar dengan baik dan tetap berusaha
dan berdo’a agar selalu di beri kemudahan dalam menjalani semua ini. Terkadang
si anak sedih dan tak terasa air mata pun mengalir di pipinya ketika
membayangkan betapa besarnya perjuangan si ibu untuk dapat membuat anaknya
hidup bahagia di masa depan dan menjadi orang yang sukses nantinya.
Meskipun kini
kehidupan ibunya tidak seperti dulu lagi yang tinggal bersama ayahnya tetapi,
sang ibu pun tetap selalu semangat dan tetap bekerja keras dan pantang menyerah
agar bisa membuat senang anak yang di sayanginya ini. Apa pun yang terjadi
nantinya ibunya ingin sekali tetap melihat anaknya agar selalu bangga dan tetap
bahagia jika nanti di kemudian hari ada sesuatu yang terjadi padanya. Ibu
selalu berpesan kepada si anak untuk tetap selalu bersabar dan tetap tabah
dalam menghadapi cobaan seberat apapun itu. Karena, di balik semua cobaan yang
Tuhan berikan kepada kita pasti ada jalan keluarnya dan pasti Tuhan memberikan
tujuan lain untuk menuju kebahagiaan yang akan datang di masa depan.
Di setiap saat tak
pernah lupa sang ibu selalu mendo’akan yang terbaik untuk anaknya agar di masa
depan bisa hidup bahagia dan nyaman. Meskipun kini sang ibu hanya berjuang
seorang diri untuk dapat memenuhi kehidupan anaknya yang tercinta apa pun akan
di lakukannya demi anaknya ini. Ibu selalu mengingat pesan ayahnya bahwa
anaknya harus menjadi orang yang sukses.
Hari demi hari pun
berlalu begitu cepatnya, saat ini si anak pun sudah merasa senang dan tidak
lagi dalam keadaaan yang membuatnya sedih meskipun, masih ada sedikit pemikiran
yang terlintas di dalam benaknya tetapi dia bisa mengatasi rasa sedihnya ini
dengan selalu tersenyum ceria di hadapan semua orang padahal saat ini hanya
kesedihan yang ia rasakan. Dia selalu belajar dan tetap selalu berusaha untuk
menjadi yang terbaik agar dapat membuat orang tuanya bahagia melihat
keberhasilannya yang sudah menjadi impian kedua orang tuanya tersebut.
Kini tibalah di
mana saat yang telah lama di tunggu-tunggu si anak dan orang tuanya yaitu suatu
keberhasilan. Di mana setelah sekian lama si anak menempuh perjuangan dan hasil
dari ketekunan dari semua usahanya selama ini dan kini sebuah keberhasilan pun
dapat di raihnya dengan rasa senang dan bangga. Tak lupa juga ia mengucapkan
rasa syukur kepada tuhan yang telah melancarkan semuanya sampai saat ini dan
berbuah keberhasilan yang sudah menjadi impian kedua orang tuanya dan kini
sudah menjadi kenyataan. Tetapi dalam keberhasilannya ini ingin sekali dia
melihat kedua orang tuanya menyaksikan langsung keberhasilan yang ia capai saat
ini.
Dengan rasa senang
dan bangga secepat mungkin ia ingin sekali pulang ke kampung halaman dan
memberitahu kabar bahagia ini kepada sang ibu yang telah memberi dukungan agar
dirinya selalu bangkit dan tidak pernah menyerah dalam melakukan sesuatu. Ia
sudah membayangkan betapa bahagianya sang ibu ketika melihat keberhasilan yang
sudah di raih anak tercintanya ini.
Beberapa saat
kemudian tibalah sang anak sampai di kampung halaman tempat ibunya tinggal saat
ini. Begitu sampainya di rumah tak sabar si anak ingin cepat-cepat bergegas
menuju rumah dan memberitahu kabar bahagia ini langsung kepada sang ibu. Tetapi
ketika sampai di rumah ia mencari-cari sang ibu tetapi dia tidak menjumpai
siapapun di rumah tersebut. Dengan berat hati ada teangga yang memeritahu
padanya bahwa sang ibu telah tiada satu tahun yang lalu. Dan pada saat itu juga
dengan rasa berat hati si anak langsung merasa sedih dan menangis karena ibunya
telah meninggal dunia dan tidak dapat menyaksikan keberhasilan si anak yang sudah sekian lama
di nanti dan menjadi impiannya. Rasa sedih yang begitu dalam yang ia rasakan
saat ini karena pada waktu bahagianya ini justru orang tuanya tidak melihatnya.
Lalu ada tetannga
yang memberitahu bahwa selama ini yang sudah memberi biaya seluruh kebutuhannya
selama ini yaitu menggunakan uang tabungan sang ibu dari hasil berjualan yang
telah di tabung selama ini. Tetangga pun bercerita bahwa selama ini yang sudah
membalas semua suratnya itu bukan ibunya melainkan tetangga yang sudah di beri
kepercayaan penuh untuk membantu si anak dalam menempuh semua ini sampai
selesai. Tetangga berkata bahwa sengaja sang ibu berpesan agar tidak
memberitahu si anak karena takut si anak merasa sedih dan mengganggu pikirannya
ini. Lalu ia pun dengan sedihnya mendengar kabar tersebut yang tak pernah di
duga bahwa ini semua akan terjadi secepat ini kepada dirinya.
Ada sesuatu hal
yang perlu di ketahui si anak dan tetangga pun memberikan titipan dari sang ibu
yang berpesan agar memberikan surat tersebut kepada sang anak pada saat ia
sudah berhasil dalam mencapai impian kedua orang tuanya yaitu menjadi seorang
sarjana dan dapat jadi orang yang sukses nantinya. Pada saat ia sudah menerima
surat yang telah di titipkan sang ibu kepada salah satu tetangganya, kemudian
ia pun membaca isi dari surat tersebut, yang berisi bahwa selama ini yang
mengasuh, mendidiknya dan sampai ia
menempuh perguruan tinggi bukanlah ibu kandungnya sendiri melainkan ibu
angkatnya. Betapa sedihnya si anak ketika mendengar cerita tersebut dan
berlinang air mata.
Pesan penilis
kepada pembaca yaitu kita sebagai manusia tetap tersenyum dan tidak boleh
menyerah dalam mencapai suatu keinginan. Dan satu lagi bahwa kasih sayang orang
tua kepada anaknya begitu besar dan tidak ada tandingannya. Maka sayangilah
orang tua mu selagi mereka masih bisa kita lihat dan buatlah bangga mereka
ketika melihat kita nanti bisa menjadi orang yang sukses.
Sekian cerita
singkat ini saya tulis semoga dapat bermanfaat bagi pembaca,
Burung irian,
burung cendrawasih, cukup sekian dan terima kasih.....
