Senin, 14 November 2016

PERJUANGAN DAN KASIH SAYANG ORANG TUA



PERJUANGAN DAN KASIH SAYANG ORANG TUA

Disuatu ketika ada seorang anak yang tinggal bersama orang tuanya yang hidup sederhana. Di dalam kehidupan mereka, mereka selalu terlihat bahagia dalam menjalani kehidupan ini. Keluarga ini pun selalu bersama di setiap saat dan dalam keadaan apa pun yang terjadi. Mereka tetap ceria dan selalu tersenyum meski dalam keadaan apa pun yang menghampiri. Mereka mempunyai seorang anak yang nantinya semoga dapat menjadi kebanggaan dan bisa membuat kedua orang tua merasa bahagia karena diberi anugerah terindah yang di titipkan Tuhan kepada mereka saat ini. Mereka selalu menginginkan yang terbaik untuk anakn tercintanya. Mereka juga mempunyai keinginan agar suatu saat nanti mereka dapat mewujudkan mimpi mereka yaitu agar bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang yang tinggi yaitu perguruan tinggi di sebuah universitas. Meskipun dari keluarga yang sederhana mereka tetap mempunyai keinginan yang besar untuk anaknya di masa depan. Tidak hanya itu saja tetapi mereka juga ingin melihat anaknya hidup dengan bahagia suatu saat nanti meskipun keadaan orang tuanya saat ini yang hanya hidup sederhana tetapi, mereka tidak ingin kehidupan anaknya kelak akan seperti mereka. Maka dari itu, dari saat ini mereka harus bersemangat untuk terus bekerja agar nantinya mereka tidak harus bersusah payah lagi karena saat ini sudah ada tabungan yang dapat digunakan bila dimana waktu yang mereka tunggu sudah tiba, yaitu untuk pendidikan anaknya.  
Pada suatu ketika dimana tibalah di saat si anak memasuki jenjang perguruan tinggi, si anak tersebut sebenarnya tidak ingin melanjutkan sekolah lagi, tetapi ibu dan ayahnya menyarankan agar si anak tersebut dapat melanjutkan ke jenjang perguruan itu. Setiap saat jika ada waktu luang  ayah dan ibu salalu memberikan nasehat kepada si anak agar si anak mau melanjutkan ke jenjang tersebut. Tetapi, si anak tersebut hanya bisa terdiam karena dia berpikir jika dia akan melanjutkan ke jenjang tersebut apakah mungkin ayah dan ibunya akan mampu untuk dapat membayar semua biaya dan keperluannya nanti. Setelah sudah di pikirkan dengan matang dan dengan berkat dorongan dari orang tua akhirnya si anak mau memenuhi apa yang di inginkan orang tuanya. Kini mereka merasa bersyukur karena di setiap doa yang telah mereka harapkan telah di kabulkan oleh Tuhan.
Beberapa waktu kemudian tibalah saatnya keberangkatan si anak pergi ke suatu universitas yang ada di luar kota. Pada saat si anak hendak pergi tak lupa si anak tersebut berpamitan dengan berat hati untuk berpisah dengan kedua orang tuanya yang sangat menyayangi dia. Tetesan air mata pun membasahi pipi si anak, tetapi meskipun merasa sangat sedih dan merasa berat hati untuk meninggalkan kedua orang tuanya ini si anak mau tak mau harus tetap pergi untuk menimba ilmu untuk masa depan yang lebih baik. Beberapa jam kemudian si anak pun berangkat dan menaiki sebuah bis yang langsung menuju tempat tujuannya. Di dalam perjalanannya ini, si anak merenung dan hanya terdiam saja karena masih memikirkan kedua orang tuanya itu. Si anak berpikir bagaimana keadaan ibu dan ayahnya ketika dia tidak ada di dekatnya dan menatap langsung kedua orang tuanya ini.
Tak lama kemudian berhentilah kendaraan yang ia tumpangi selama perjalanan. Ia bergegas dengan semangat keluar dari bis tersebut dan melanjutkan perjalanan yang akan ia tuju nantinya. Setelah menyusuri perjalanan yang ia lewati dan sampailah suatu tempat yang nantinya bisa untuk tempat tinggal di kota tersebut. Tak lupa si anak pun langsung memberi kabar kepada kedua orang tuanya bahwa ia sudah sampai di tempat tujuan dengan selamat dan dalam keadaan yang baik-baik saja. Kedua orang tuanya ini pun merasa senang mendapat kabar tersebut.
Tibalah di mana awal dari ia memasuki universitas baru dan memulai semuanya. Di dalam proses pembelajaran  ini ia tak lupa melaksanakan kewajibannya yaitu beribadah dan tak lupa juga untuk ia selalu berdo’a kepada Tuhan agar selalu di beri kesehatan dan selalu di beri kemudahan dalam menjalani semua baik dalam proses belajarnya dan lain-lain dengan mudah dan baik-baik saja. Ia juga selalu berdo’a untuk kedua orang tuanya agar selalu di beri kesehatan dan umur yang panjang agar suatu saat nanti mereka bisa melihat keberhasilan anaknya yaitu menjadi seorang sarjana yang sudah menjadi impian kedua orang tuanya itu. Orang tuanya pun selalu mengingatkan si anak agar selalu belajar dengan baik dan tetap selalu berusaha dalam melaksanakan sesuatu hal tanpa ada kata menyerah. Orang tuanya selalu memberi dukungan kepada si anak agar dia tetap semangat dalam segala hal apa pun.
Tak lama kemudan tiba-tiba pada suatu hari ia mendapat kabar buruk dari keluarganya, bahwa ada yang memberi tahu kalau ayahnya telah meninggal dunia di karenakan sakit. Pada saat ia mendengar hal itu ia, si anak pun merasa sedih dan air mata pun menetes di pipi. Ia berkeinginan sekali untuk dapat pulang ke kampung halaman untuk dapat melihat ayahnya untuk yang terakhir kalinya dalam hidupnya. Tetapi, sang ibu tidak memperbolehkan dirinya untuk pulang karena ibu tak ingin kalau anaknya ini meninggalkan kuliahnya di kota. Akhirnya si anak pun hanya bisa bersedih tidak dapat melihat ayahnya untuk yang terakhir kalinya walaupun hanya sebentar saja tetapi waktu singkat itu sangat penting sekali menurutnya. Setiap harinya si anak hanya merenung dan selalu merenung saja karena selalu memikirkan bagaimana keadaan ibunya yang kini hanya tinggal seorang diri saja di rumah dan tidak ada yang menemaninya.
Kini si anak sudah menginjak setengah perjalanan dan ia berpikir ia ingin berhenti melanjutkan pendidikannya ini karena ia merasa kasihan kepada ibunya yang hanya seorang diri saja yang membiayai dirinya sampai selesai nanti. Ia berkata kepada ibunya bahwa ia akan berhenti saja dan tidak akan melanjutkannya tetapi, sang ibu tidak mengizinkan apa yang di inginkan anaknya ini. Karena ibunya ingin sekali melihat anaknya sampai selesai dan ibu ingin melihat kesuksesannya kelak. Sang anak merasa kasihan kepada ibu dan ia selalu berpikir apakah ibunya ini mampu membiayainya sampai selesai nanti, di mana pekerjaan sang ibu hanya sebagai penjual kue keliling setiap harinya. Terkadang ia berpikir andai saja sang ayah masih hidup pasti ibu tidak akan sendirian dalam mencari uang untuk biayanya ini, meskipun pekerjaan si ayah hanya sebagai penjual sayur setiap paginya keliling perumahan di sekitar desa tetapi, ayah selalu semangat dan tetap bersyukur dengan apa yang di jalaninya itu.
Meskipun kini hanya ibu saja yang membiayai semua kebutuhan anaknya tetapi ibu tetap selalu berusaha agar bisa melihat anaknya agar tetap selalu semangat dan tidak boleh putus asa menjalaninya. Ibu selalu berpesan kapada anaknya untuk tidak memikirkan berapa pun biaya yang harus di keluarkan sang ibu nanti dan tidak perlu memikirkan bagaimana ibu mendapatkannya tetapi, dia harus berpikir dan tetap belajar serta jangan pernah lupa untuk menjalankan tugasnya menjalankan ibadah. Ibu selalu mengingatkan si anak agar tetap selalu belajar dengan baik dan tetap berusaha dan berdo’a agar selalu di beri kemudahan dalam menjalani semua ini. Terkadang si anak sedih dan tak terasa air mata pun mengalir di pipinya ketika membayangkan betapa besarnya perjuangan si ibu untuk dapat membuat anaknya hidup bahagia di masa depan dan menjadi orang yang sukses nantinya.
Meskipun kini kehidupan ibunya tidak seperti dulu lagi yang tinggal bersama ayahnya dan kini hanya tinggal seorang diri di rumah tetapi, sang ibu pun tetap selalu semangat dan tetap bekerja keras dan pantang menyerah agar bisa membuat senang anak yang di sayanginya ini. Apa pun yang terjadi nantinya ibunya ingin sekali tetap melihat anaknya agar selalu bangga dan tetap bahagia jika nanti di kemudian hari ada sesuatu yang terjadi padanya. Ibu selalu berpesan kepada si anak untuk tetap selalu bersabar dan tetap tabah dalam menghadapi cobaan seberat apapun itu. Karena, di balik semua cobaan yang Tuhan berikan kepada kita pasti ada jalan keluarnya dan pasti Tuhan memberikan tujuan lain untuk menuju kebahagiaan yang akan datang di masa depan.
Di setiap saat tak pernah lupa sang ibu selalu mendo’akan yang terbaik untuk anaknya agar di masa depan bisa hidup bahagia dan nyaman. Meskipun kini sang ibu hanya berjuang seorang diri untuk dapat memenuhi kehidupan anaknya yang tercinta apa pun akan di lakukannya demi anaknya ini. Ibu selalu mengingat pesan ayahnya bahwa anaknya harus menjadi orang yang sukses. Ibu pun pernah berjanji kepada ayah bahwa ibu akan selalu berusaha untuk kebahagiaan anaknya dan menjadi orang yang sukses kelak.
Hari demi hari pun berlalu begitu cepatnya, saat ini si anak pun sudah merasa senang dan tidak lagi dalam keadaaan yang membuatnya sedih meskipun, masih ada sedikit pemikiran yang terlintas di dalam benaknya tetapi dia masih bisa mengatasi rasa sedihnya ini dengan selalu tersenyum ceria di depan semua orang padahal saat itu hanya ada kesedihan yang ia rasakan. Dia selalu belajar dan tetap selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik agar dapat membuat orang tuanya bahagia melihat keberhasilannya yang sudah menjadi impian kedua orang tuanya tersebut.
Kini tibalah di mana saat yang telah lama di tunggu-tunggu si anak dan orang tuanya yaitu suatu keberhasilan. Di mana setelah sekian lama si anak menempuh perjuangan dan hasil dari ketekunan dari semua usahanya selama ini dan kini sebuah keberhasilan pun dapat di raihnya dengan rasa senang dan bangga. Tak lupa juga ia mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan yang telah melancarkan semuanya sampai saat ini dan berbuah keberhasilan yang sudah menjadi impian kedua orang tuanya yang kini sudah menjadi kenyataan. Tetapi dalam keberhasilannya ini, ingin sekali dia melihat kedua orang tuanya menyaksikan langsung keberhasilan yang ia capai saat ini.
Dengan rasa senang dan bangga secepat mungkin ia ingin sekali pulang ke kampung halaman dan memberitahu kabar bahagia ini kepada sang ibu yang selama ini telah memberi dukungan agar dirinya selalu bangkit dan tidak pernah menyerah dalam melakukan sesuatu dan selalu mendo’akan yang terbaik untuknya. Ia sudah membayangkan betapa bahagianya sang ibu ketika melihat keberhasilan yang sudah di raih anak tercintanya ini.
Beberapa saat kemudian tibalah sang anak sampai di kampung halaman tempat ibunya tinggal saat ini. Begitu sampainya di rumah tak sabar si anak ingin cepat-cepat bergegas menuju rumah dan memberitahu kabar bahagia ini langsung kepada sang ibu. Tetapi ketika sampai di rumah ia mencari-cari sang ibu tetapi dia tidak menjumpai siapapun di rumah tersebut, hanya ada kesunyian yang terlihat di hadapannya. Tak lama kemudian datanglah salah satu tetangga di dekat rumahnya dan dengan berat hati ada tetangga yang memeritahu suatu hal padanya bahwa sang ibu telah tiada satu tahun yang lalu. Dan pada saat itu juga dengan rasa sedih dan berat hati si anak langsung merasakan kesedihan yang teramat besar dan menangis karena ibunya telah meninggal dunia dan tidak dapat menyaksikan langsung keberhasilan si anak yang sudah sekian lama di nanti dan menjadi impiannya. Rasa sedih yang begitu dalam yang ia rasakan saat ini karena pada waktu bahagianya ini justru orang tuanya tidak melihatnya. Walau bagaimana pun ia tetap sekali ingin melihat ibunya saat ini tetapi, takdir berkata lain dan kini sang ibu sudah tidak bisa melihat semuanya padahal semua ini berkat ibu. Berkat semangat dan dorongannya ini si anak pun berhasil melewati semua dengan baik dan berjalan dengan lancar.
Tak lama kemudian lalu ada tetangga yang memberitahu bahwa selama ini yang sudah memberi biaya seluruh kebutuhannya selama ini yaitu menggunakan uang tabungan sang ibu dari hasil berjualan yang telah di tabung selama ini. Tetangga pun bercerita bahwa selama ini yang sudah membalas semua suratnya itu bukan ibunya melainkan tetangga yang sudah di beri kepercayaan penuh untuk membantu si anak dalam menempuh semua ini sampai selesai. Tetangga berkata bahwa dengan sengaja sang ibu berpesan agar tidak memberitahu si anak karena takut si anak merasa sedih dan mengganggu pikirannya ini. Lalu ia pun dengan sedihnya mendengar kabar tersebut yang tak pernah di duga bahwa ini semua akan terjadi secepat ini kepada dirinya. Dan saat ini hanya tertinggal sebuah kenangan yang dapat di ingat olehnya.
Ada sesuatu hal yang perlu di ketahui si anak dan tetangga pun memberikan titipan dari sang ibu yang berpesan agar memberikan surat tersebut kepada sang anak pada saat ia sudah berhasil dalam mencapai impian kedua orang tuanya yaitu menjadi seorang sarjana dan dapat jadi orang yang sukses nantinya. Pada saat ia sudah menerima surat yang telah di titipkan sang ibu kepada salah satu tetangganya, kemudian ia pun membaca isi dari surat tersebut, yang berisi bahwa selama ini yang mengasuh,  mendidiknya dan sampai ia menempuh perguruan tinggi bukanlah ibu kandungnya sendiri melainkan ibu angkatnya. Betapa sedihnya si anak ketika mendengar cerita tersebut dan berlinang air mata. Ia tak pernah menduga bahwa betapa sayangnya kedua orang tuanya ini walaupun dia bukan anak kandung  mereka tetapi, rasa sayang yang telah di berikan padanya ini sudah seperti kasih sayang yang di berikan orang tua kepada anaknya sendiri.

Pesan penulis kepada pembaca yaitu kita sebagai manusia harus tetap tersenyum dan tidak boleh menyerah dalam mencapai suatu keinginan. Dan satu lagi bahwa kasih sayang orang tua kepada anaknya begitu besar dan tidak ada tandingannya. Maka sayangilah orang tua mu selagi mereka masih bisa kita lihat dan buatlah bangga mereka ketika melihat kita nanti bisa menjadi orang yang sukses. Sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kita dan patuhilah apa yang diperintah orang tua tanpa melawannya dengan kata-kata yang kasar.
Sekian cerita singkat ini saya tulis semoga dapat bermanfaat bagi pembaca,
Burung irian, burung cendrawasih, cukup sekian dan terima kasih.....                                

Rabu, 09 November 2016

PERJUANGAN DAN KASIH SAYANG ORANG TUA



PERJUANGAN DAN KASIH SAYANG ORANG TUA                                           

Disuatu ketika ada seorang anak yang tinggal bersama orang tuanya yang hidup sederhana. Di dalam kehidupan mereka, mereka selalu terlihat bahagia dalam menjalani kehidupan ini. Keluarga ini pun selalu bersama di setiap saat dan dalam keadaan apa pun yang terjadi.  Mereka tetap ceria dan selalu tersenyum meski dalam keadaan apa pun yang menghampiri. Mereka mempunyai seorang anak yang nantinya semoga dapat menjadi kebanggaan dan bisa membuat kedua orang tua merasa bahagia karena diberi anugrah terindah yang di titipkan Tuhan kepadanya saat ini. Mereka selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya tercinta. Mereka juga mempunyai keinginan agar suatu saat nanti mereka dapat mewujudkan mimpinya agar bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang yang tinggi yaitu perguruan tinggi di sebuah universitas. Meskipin dari keluarga yang sederhana mereka tetap mempunyai keinginan yang besar untuk anaknya di masa depan.  
Pada suatu ketika di mana tibalah di saat si anak memasuki jenjang perguruan tinggi, si anak tersebut tidak ingin melanjutkan sekolah lagi, tetapi ibu dan ayahnya menyarankan agar si anak tersebut dapat melanjutkan ke jenjang perguruan ini. Setiap saat ayah dan ibu salalu memberikan nasehat kepada si anak agar si anak mau melanjutkan ke jenjang tersebut. Tetapi, si anak tersebut hanya bisa terdiam karena dia berfikir jika dia akan melanjutkan ke jenjang tersebut apakah mungkin ayah dan ibunya akan mampu untuk dapat membayar semua biaya dan keperluannya nanti. Setelah sudah di fikirkan dengan matang dan dengan berkat dorongan dari orang tua akhirnya si anak mau memenuhi apa yang di inginkan orang tua.
Beberapa waktu kemudian tibalah saatnya keberangkatan si anak pergi ke suatu universitas yang ada di luar kota. Pada saat si anak hendak pergi tak lupa si anak tersebut berpamitan dengan berat hati untuk berpisah dengan kedua orang tuanya yang sangat menyayangi dia. Tetesan air mata pun membasahi pipi si anak, tetapi meskipun merasa sangat sedih dan merasa berat hati untuk meniggalkan kedua orang tuanya ini si anak mau tak mau harus tetap pergi untuk menimba ilmu untuk masa depan yang lebih baik. Beberapa jam kemudian si anak pun berangkat dan menaiki sebuah bis yang langsung menuju tempat tujuannya. Di dalam perjalanannya ini, si anak merenung dan hanya terdiam saja karena masih memikirkan kedua orang tuanya itu. Si anak berfikir bagaimana keadaan ibu dan ayahnya ketika dia tidak ada di dekatnya dan menatap langsung.
Tak lama kemudian berhentilah kendaraan yang ia tumpangi selama perjalanan. Ia bergegas dengan semangat keluar dari bis tersebut dan melanjutkan perjalanan yang akan ia tuju nantinya. Setelah menyusuri perjalanan yang ia lewati dan sampailah suatu tempat yang nantinya bisa untuk tempat tinggal di kota tersebut. Tak lupa si anak pun langsung memberi kabar kepada kedua orang tuanya bahwa ia sudah sampai di tempat tujuannya dengan selamat dan dalam keadaan yang baik-baik saja. Kedua orang tuanya ini pun merasa senang mendapat kabar tersebut.
Tibalah di mana awal dari ia memasuki universitas baru dan memulai semuanya. Di dalam proses ini ia tak lupa melaksanakan kewajibannya yaitu beribadah, tak lupa juga untuk ia selalu berdo’a kepada Tuhan agar selalu di beri kesehatan dan selalu di beri kemudahan dalam menjalani semua baik dalam proses belajarnya dan lain-lain. Ia juga selalu berdo’a untuk kedua orang tuanya agar selalu di beri kesehatan dan umur yang panjang agar suatu saat nanti mereka bisa melihat keberhasilan anaknya yaitu menjadi seorang sarjana yang sudah menjadi impian kedua orang tuanya itu. Orang tuanya pun selalu mengingatkan si anak agar selalu belajar dengan baik dan tetap berusaha dalam melaksanakan sesuatu tanpa kata menyerah. Orang tuanya selalu memberi dukungan kepada si anak agar dia tetap semangat dalam segala hal apa pun.
Tiba-tiba pada suatu hari ia mendapat kabar buruk dari keluarganya, bahwa ada yang memberi tahu kalau ayahnya telah meninggal dunia di karenakan sakit. Pada saat ia mendengar hal itu ia berkeinginan sekali untuk dapat pulang ke kampung halaman untuk dapat melihat ayahnya untuk yang terakhir kalinya dalam hidupnya. Tetapi, sang ibu tidak memperbolehkan dirinya untuk pulang karena ibu tak ingin kalau anaknya ini meninggalkan kuliahnya di kota. Akhirnya si anak pun hanya bisa bersedih tidak dapat melihat ayahnya untuk yang terakhir kalinya walaupun hanya sebentar saja tetapi waktu singkat itu sangat penting sekali menurutnya. Setiap harinya si anak hanya merenung dan selalu merenung saja karena selalu memikirkan bagaimana keadaan ibunya yang kini hanya tinggal seorang diri saja di rumah.
            Kini si anak sudah menginjak setengah perjalanan dan ia berfikir ia ingin berhenti melanjutkan pendidikannya ini karena ia merasa kasihan kepada ibunya yang hanya seorang diri saja yang membiayai dirinya sampai selesai nanti. Ia berkata kepada ibunya bahwa ia akan berhenti saja dan tidak melanjutkannya tetapi sang ibu tidak mengizinkan apa yang di inginkan anaknya ini. Sang anak merasa kasihan kepada ibu dan ia selalu berfikir apakah ibunya ini mampu membiayainya sampai selesai nanti, di mana pekerjaan sang ibu hanya sebagai penjual kue keliling setiap harinya. Terkadang ia berfikir andai saja sang ayah masih hidup pasti ibu tidak akan sendirian dalam mencari uang untuk biayanya ini, ya meskipun pekerjaan si ayah hanya sebagai penjual sayur setiap paginya keliling perumahan di sekitar desa tetapi, ayah selalu semangat dan tetap bersyukur dengan apa yang di jalaninya itu.
Meskipun kini hanya ibu saja yang membiayai semua kebutuhan anaknya tetapi ibu tetap selalu berusaha agar bisa melihat anaknya agar tetap selalu semangat dan tidak boleh putus asa menjalaninya. Ibu selalu berpesan kapada anaknya untuk tidak memikirkan berapa pun biaya yang harus di keluarkan sang ibu nanti. Ibu selalu mengingatkan si anak agar tetap selalu belajar dengan baik dan tetap berusaha dan berdo’a agar selalu di beri kemudahan dalam menjalani semua ini. Terkadang si anak sedih dan tak terasa air mata pun mengalir di pipinya ketika membayangkan betapa besarnya perjuangan si ibu untuk dapat membuat anaknya hidup bahagia di masa depan dan menjadi orang yang sukses nantinya.
Meskipun kini kehidupan ibunya tidak seperti dulu lagi yang tinggal bersama ayahnya tetapi, sang ibu pun tetap selalu semangat dan tetap bekerja keras dan pantang menyerah agar bisa membuat senang anak yang di sayanginya ini. Apa pun yang terjadi nantinya ibunya ingin sekali tetap melihat anaknya agar selalu bangga dan tetap bahagia jika nanti di kemudian hari ada sesuatu yang terjadi padanya. Ibu selalu berpesan kepada si anak untuk tetap selalu bersabar dan tetap tabah dalam menghadapi cobaan seberat apapun itu. Karena, di balik semua cobaan yang Tuhan berikan kepada kita pasti ada jalan keluarnya dan pasti Tuhan memberikan tujuan lain untuk menuju kebahagiaan yang akan datang di masa depan.
Di setiap saat tak pernah lupa sang ibu selalu mendo’akan yang terbaik untuk anaknya agar di masa depan bisa hidup bahagia dan nyaman. Meskipun kini sang ibu hanya berjuang seorang diri untuk dapat memenuhi kehidupan anaknya yang tercinta apa pun akan di lakukannya demi anaknya ini. Ibu selalu mengingat pesan ayahnya bahwa anaknya harus menjadi orang yang sukses.
Hari demi hari pun berlalu begitu cepatnya, saat ini si anak pun sudah merasa senang dan tidak lagi dalam keadaaan yang membuatnya sedih meskipun, masih ada sedikit pemikiran yang terlintas di dalam benaknya tetapi dia bisa mengatasi rasa sedihnya ini dengan selalu tersenyum ceria di hadapan semua orang padahal saat ini hanya kesedihan yang ia rasakan. Dia selalu belajar dan tetap selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik agar dapat membuat orang tuanya bahagia melihat keberhasilannya yang sudah menjadi impian kedua orang tuanya tersebut.
Kini tibalah di mana saat yang telah lama di tunggu-tunggu si anak dan orang tuanya yaitu suatu keberhasilan. Di mana setelah sekian lama si anak menempuh perjuangan dan hasil dari ketekunan dari semua usahanya selama ini dan kini sebuah keberhasilan pun dapat di raihnya dengan rasa senang dan bangga. Tak lupa juga ia mengucapkan rasa syukur kepada tuhan yang telah melancarkan semuanya sampai saat ini dan berbuah keberhasilan yang sudah menjadi impian kedua orang tuanya dan kini sudah menjadi kenyataan. Tetapi dalam keberhasilannya ini ingin sekali dia melihat kedua orang tuanya menyaksikan langsung keberhasilan yang ia capai saat ini.
Dengan rasa senang dan bangga secepat mungkin ia ingin sekali pulang ke kampung halaman dan memberitahu kabar bahagia ini kepada sang ibu yang telah memberi dukungan agar dirinya selalu bangkit dan tidak pernah menyerah dalam melakukan sesuatu. Ia sudah membayangkan betapa bahagianya sang ibu ketika melihat keberhasilan yang sudah di raih anak tercintanya ini.
Beberapa saat kemudian tibalah sang anak sampai di kampung halaman tempat ibunya tinggal saat ini. Begitu sampainya di rumah tak sabar si anak ingin cepat-cepat bergegas menuju rumah dan memberitahu kabar bahagia ini langsung kepada sang ibu. Tetapi ketika sampai di rumah ia mencari-cari sang ibu tetapi dia tidak menjumpai siapapun di rumah tersebut. Dengan berat hati ada teangga yang memeritahu padanya bahwa sang ibu telah tiada satu tahun yang lalu. Dan pada saat itu juga dengan rasa berat hati si anak langsung merasa sedih dan menangis karena ibunya telah meninggal dunia dan tidak dapat menyaksikan  keberhasilan si anak yang sudah sekian lama di nanti dan menjadi impiannya. Rasa sedih yang begitu dalam yang ia rasakan saat ini karena pada waktu bahagianya ini justru orang tuanya tidak melihatnya.
Lalu ada tetannga yang memberitahu bahwa selama ini yang sudah memberi biaya seluruh kebutuhannya selama ini yaitu menggunakan uang tabungan sang ibu dari hasil berjualan yang telah di tabung selama ini. Tetangga pun bercerita bahwa selama ini yang sudah membalas semua suratnya itu bukan ibunya melainkan tetangga yang sudah di beri kepercayaan penuh untuk membantu si anak dalam menempuh semua ini sampai selesai. Tetangga berkata bahwa sengaja sang ibu berpesan agar tidak memberitahu si anak karena takut si anak merasa sedih dan mengganggu pikirannya ini. Lalu ia pun dengan sedihnya mendengar kabar tersebut yang tak pernah di duga bahwa ini semua akan terjadi secepat ini kepada dirinya.
Ada sesuatu hal yang perlu di ketahui si anak dan tetangga pun memberikan titipan dari sang ibu yang berpesan agar memberikan surat tersebut kepada sang anak pada saat ia sudah berhasil dalam mencapai impian kedua orang tuanya yaitu menjadi seorang sarjana dan dapat jadi orang yang sukses nantinya. Pada saat ia sudah menerima surat yang telah di titipkan sang ibu kepada salah satu tetangganya, kemudian ia pun membaca isi dari surat tersebut, yang berisi bahwa selama ini yang mengasuh,  mendidiknya dan sampai ia menempuh perguruan tinggi bukanlah ibu kandungnya sendiri melainkan ibu angkatnya. Betapa sedihnya si anak ketika mendengar cerita tersebut dan berlinang air mata.

Pesan penilis kepada pembaca yaitu kita sebagai manusia tetap tersenyum dan tidak boleh menyerah dalam mencapai suatu keinginan. Dan satu lagi bahwa kasih sayang orang tua kepada anaknya begitu besar dan tidak ada tandingannya. Maka sayangilah orang tua mu selagi mereka masih bisa kita lihat dan buatlah bangga mereka ketika melihat kita nanti bisa menjadi orang yang sukses.
Sekian cerita singkat ini saya tulis semoga dapat bermanfaat bagi pembaca,
Burung irian, burung cendrawasih, cukup sekian dan terima kasih.....

By :
Free Blog Templates